Kedungwringin_Rabu, 15 Juni 2022 menjadi hari yang berbahagia bagi siswa-siswi MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin khususnya kelas VI yang akan mengakhiri masa pendidikan di madrasah setelah berjuang melewati serangakaian ujian.
Bertempat di Resto Tirta Gading Wangon kegiatan Wisuda, Pelepasan dan Khotmil Qur’an Juz ‘Amma Bil Ghaib dihadiri oleh 22 siswa-siswi kelas VI yang didampingi oleh Wali Murid, Kepala Madrasah dan Seluruh dewan guru, Komite Madrasah, BP3MNU Madrasah, Yayasan dan Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Jatilawang.
Acara diawali dengan Pembukaan oleh MC, Pembacaan Ayat ayat suci al qur’an oleh Rian Ade Pramana siswa kelas IV MI Ma’arif NU 1 Kedun
gwringin dan dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Syubbanul Wathon.
Kemudian, Acara di lanjutkan dengan Pembacaan sambutan oleh Wali Kelas VI Saefi Najib yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wali Murid yang telah bekerja sama mendidik putra putrinya dan mempercayakan pendidikan di Madrasah. Sementara itu Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Jatilawang Amin Purnomo , dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan yang mendalam bagi para murid maupun wali murid yang hadir di acara tersebut. Pesan di sampaikan menyangkut masalah nilai- nilai pendidikan, yang lebih penting soal keagamaan yang harus di terapkan ke diri anak tersebut.
Lanjut, acara di lanjutkan dengan Sambutan oleh Kepala Madrasah MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin Saefudin , Kepada wali siswa kelas VI dan pesan yang di sampaikan terkait perkembangan anak selama belajar di MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin, belia
u membimbing semua anak yang bersekolah di MI tersebut di berikan nilai-nilai yang lebih dari pembelajaran yang semestinya yang tidak di berikan di sekolah lain. Beliau juga meminta maaf kepada wali siswa atas kekurangan yang belum tercapai yang di idamkan ibu atau bapak selama bersekolah di MI tersebut yang belum bisa tercapainya. Pada akhir sambutan Kepala Madrasah menyerahkan siswa kembali kepada Wali siswa setelah menyelesaikan seluruh kegiatan pembelajaran di Madrasah.
Acara di lanjutkan dengan penerimaan ikrar oleh wali siswa kelas 6 dan di lanjutkan Khotmil Qur’an Juz ‘Amma Bil Ghaib dan Prosesi Wisuda. Kemudian di lanjutkan dengan acara lain seperti Pemberian Penghargaan Siswa berprestasi dan foto-foto para Wisuda. Tak heran, apabila ketika perpisahan seringkali membuat hati sedih serta haru, mengenang kembali momen-momen terindah di madrasah hanya bisa kalian lakukan saat masa perpisahan tiba.
Terasa berat dan sulit memang meninggalkan sekolah yang membuat kalian dapat berkembang hingga sekarang. Tapi apalah daya, kehidupan harus terus berjalan dan membuat kalian harus rela meninggalkan madrasah, guru, dan kenangan dengan Teman-teman. Perpisahan mengajarkan kita untuk menghargai bahwa setiap detik kebersamaan adalah anugerah yang tidak boleh di sia-siakan. Tidak ada ucapan yang indah dalam sebuah perpisahan namun ada beberapa kata yang terselip di benak para siswa-siswi yang mungkin tidak terucap.
“Sekarang aku harus keluar dari madrasah yang penuh kasih ini. Tapi, hatiku tidak pernah berubah. Guru saya selalu menjadi guru saya. Mungkin aku akan melupakan pelajaran dari apa yang telah diajarkan kepadaku. Tapi, aku tidak pernah lupa dengan semua jasamu kepadaku. Terima kasih guru terbaik aku.” ujar salah satu siswa

Beri Komentar