SEJARAH BERDIRI
Perjalanan sejarah MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang dimulai pada sekitar tahun 1969, ketika seorang Guru Agama SDN 1 Gunungwetan Bapak Muslih yang berasal dari desa Tipar Kecamatan Rawalo, melihat banyak anak-anak usia sekolah yang mengaji di sekitar wilayah Kauman Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang. Wilayah Kauman tidak besar hanya satu RW dan merupakan salah satu pedukuhan di Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang. Hampir sebagian besar anak-anak di wilayah Kauman setiap hari mengaji dan pusat kegiatan anak tersebut berada di sebuah musholla kecil milik H. Muhtar. Para anak tersebut mengaji di bawah bimbingan Ny. Sarinah salah satu anak H. Muhtar. Melihat antusiasme keberagamaan masyarakat dan anak sekitar, Bapak Muslih mempunyai gagasan dan diutarakan kepada tokoh masyarakat sekitar untuk mendirikan lembaga pendidikan formal sekelas madrasah. Gagasan ini didukung oleh Bapak M. Maksudi Guru SDN Wangon yang melihat potensi yang begitu besar untuk mendirikan lembaga pendidikan formal.
Bersama Bapak M. Maksudi, Bapak Muslih menyampaikan kembali kepada masyarakat sekitar akan besarnya peluang untuk mendirikan lembaga pendidikan formal. Bapak Muslih melihat peluang bahwa untuk mendirikan lembaga pendidikan formal di wilayah Kauman desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang sangat mudah karena unsur-unsurnya sudah terpenuhi yaitu:
Saran dan usul tersebut sangat diterima masyarakat sekitar khususnya wilayah Kauman desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang. Bapak H. Muhtar selaku tokoh masyarakat langsung mewakafkan tanahnya seluas 140 m2 dibantu swadaya dari masyarakat membeli tanah untuk membangun madrasah.
Pembangunan madrasah tidak serta merta berjalan mulus, saat itu Pemerintah Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang menyangsikan kekuatan masyarakat untuk membangun madrasah karena tingkat ekonomi warga masyarakat yang rendah. Namun, berbekal semangat gotong royong, apa yang dikhawatirkan Pemerintah Desa tidak terbukti. Tanpa ada bantuan dari Pemerintah, dan lewat swadaya murni masyarakat, madrasah ini dapat didirikan.
Menurut penuturan cerita Bapak Sochidin pelaku sejarah yang langsung menyaksikan pembangunan madrasah ini, pada saat pembangunan, masyarakat sangat semangat. Sebagai bukti, masyarakat bergotong royong membangun madrasah dengan berbagai upaya. Yang mempunyai tenaga, menyumbang tenaga, yang mempunyai barang menyumbang barang. Bahkan batu pondasi madrasah tidak sepeserpun dari hasil membeli, karena batu diambil langsung oleh masyarakat dari Sungai Lopasir yang berada di sebelah selatan Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang. Begitu pula dengan bahan bangunan yang lain seperti genteng juga hasil dari sumbangan masyarakat.

Dokumentasi pembangunan madrasah :
Masyarakat bergotong royong membangun madrasah
Pembangunan madrasah juga sangat didukung oleh Bapak Sastro selaku Ketua Ranting NU Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang. Beliau bahkan mencetuskan ide brilian membangun jalan tembusan dan jembatan –sebelah selatan lapangan sekarang- untuk akses ke madrasah dari wilayah lain di luar wilayah Kauman.
Sebelum masa pembangunan selesai, pada pertengahan tahun 1969 dimana tahun pelajaran baru dimulai madrasah sudah kebanjiran peserta didik yang mendaftar. Tercatat pertama dibuka, meski belum mempunyai gedung karena masih dalam tahap pembangunan, 80 anak mendaftar menjadi siswa madrasah. Para siswa ini mayoritas adalah para santri yang mengaji di musholla H. Muhtar dan juga tercatat sebagai siswa SDN 2 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang. Hal ini sedikit menimbulkan gejolak, karena sebagian besar siswa SDN 2 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang pindah haluan dan mendaftar menjadi murid madrasah. Karena banyaknya pendaftar, dan gedung belum sepenuhnya rampung di bangun, proses pembelajaran dilaksanakan sementara di rumah-rumah warga sekitar dengan diampu oleh guru-guru yang sudah diangkat oleh pemerintah.
Setelah melalui proses pembangunan yang panjang, tepat hari Kamis, 1 Januari 1970, gedung madrasah berdiri dengan lantai masih beralaskan tanah, dan tembok yang masih belum rapih namun kokoh dengan memiliki 3 ruangan kelas. Satu ruangan di sekat dengan tabag yaitu tembok yang terbuat dari anyaman bambu. Meski demikian tak mengurangi sedikitpun semangat belajar para peserta didik untuk menuntut ilmu.
Karena madrasah ini merupakan hasil kerja keras para tokoh NU di desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang, madrasah ini didaftarkan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Banyumas. Sehingga madrasah ini disebut dengan MI Ma’arif Kedungwringin Kecamatan Jatilawang.
VISI, MISI MI MA’ARIF NU 1 KEDUNGWRINGIN
VISI
“ Cerdas, Berakhlak, Berkarakter“
MISI
1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara
efektif agar dapat mengembangkan kemampuan
siswa secara optimal
2. Menumbuhkan semangat berprestasi kepada semua
warga sekolah
3. Mendorong siswa mengenali potensi dirinya sehingga
dapat dikembangkan secara optimal
4. Meningkatkan pengalaman agamanya sehingga
menjadi sumber kesopanan dalam berperilaku dan
bertindak
5. Menerapkan managemen partispatif dengan
melibatkan seluruh warga sekolah dan semua pihak
terkait.
PERKEMBANGAN MADRASAH
Setelah berdiri dan menjalankan proses belajar mengajar, MI Ma’arif Kedungwringin Kecamatan Jatilawang terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada tahun 1978 madrasah ini resmi terdaftar pemerintah di bawah naungan Departemen Agama dengan Piagam Pendirian nomor : Lk/3.c/2011/Pgm.MI/1978 tertanggal 8 Juni 1978.
MI Ma’arif Kedungwringin Kecamatan Jatilawang mengalami beberapa kali renovasi baik dananya yang bersumber dari pemerintah maupun swadaya masyarakat. Tahun1982 untuk pertama kalinya madrasah ini mendapat kucuran dana dari pemerintah digunakan untuk membangun satu ruang kelas ( ruang yang digunakan untuk kelas satu sekarang). Kemudian tahun 1984 kembali mendapat bantuan dana dari pemerintah sebesar Rp.9.600.000 digunakan untuk rehab total. Gedung yang dibangun tahun 1970 dibongkar semua, hanya menyisakan pondasi, diganti dengan gedung yang baru. Karena gedung sebelumnya belum bertulang sehingga kurang kokoh. Dari dana tersebut juga digunakan untuk menambah luas lahan dengan membeli tanah dari Bapak Tarsudi salah seorang guru, seluas 70 m2 dengan harga Rp. 500.000. Hasilnya gedung baru lebih luas dan lebih kokoh dilengkapi dengan tambahan ruangan kelas menjadi 6 ruang kelas serta ruang perpustakaan dan ruang UKS. Dari ruang kelas tersebut salah satunya di gunakan untuk pendirian RA Diponegoro 84 Kedungwringin 02 Kecamatan Jatilawang yang satu yayasan dan lokasinya berada tepat di lingkungan madrasah dengan status pinjam. Adanya lembaga pendidikan sekelas TK ini menambah ghirah dan geliat pendidikan di lingkungan Kauman Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang sekaligus sebagai penyalur terbesar murid MI Ma’arif Kedungwringin Kecamatan Jatilawang hingga sekarang.
Tahun 1990 MI Ma’arif Kedungwringin Kecamatan Jatilawang membangun sarana penunjang berupa sumur, WC, dan ruang penghubung antara gedung madrasah dengan gedung RA Diponegoro 84 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang yang sementara difungsikan untuk ruang guru. Dananya bersumber dari dana pemerintah, dibantu dengan wakaf dari Bapak Martasan serta swadaya masyarakat. Pada tahun 1991 MI Ma’arif Kedungwringin Kecamatan Jatilawang berubah namanya menjadi MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang karena pada tahun tersebut dibangun madrasah setara di wilayah Kedungwringin sanya yang kemudian di kenal dengan MI Ma’arif NU 2 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang. Tahun 1992 halaman madrasah dipaving dan dibangun pagar keliling dengan dana dari iuran masyarakat.
Pembangunan madrasah terus berjalan demi sebuah kesempurnaan. Dengan kerja keras para pengurus, warga madrasah dan dukungan masyarakat Tahun 2006 madrasah dapat mengganti atap dengan cor beton karena atap yang dibangun sejak tahun 1970 sudah banyak yang lapuk. Pada tahun ini pula madrasah melaksanakan kegiatan akreditasi meskipun dengan hasil yang kurang menggembirakan namun tetap tidak menyurutkan semangat untuk terus berprestasi. Hasil kegiatan akreditasi ini tercantum dalam piagam yang diterima madrasah dengan nomor Kw.14/4/PP.03.2/603.2.103/2006 tertanggal 16 Mei 2006. Tahun 2009 dengan dana yang bersumber dari bantuan pemerintah melalui Departemen Agama, madrasah mendapat dana Rp.90.000.000 digunakan untuk mengganti lantai dengan keramik dan dinding keramik.
Tahun 2010 tepatnya bulan april, ruang kelas yang dahulu dipinjam RA Diponegoro 84 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang dikembalikan kepada MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang karena pada saat yang bersamaan RA Diponegoro 84 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang telah dapat membeli tanah dan membangun gedung baru hasil dari swadaya masyarakat. Ruang bekas RA Diponegoro 84 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang dimanfaatkan pihak MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang untuk ruang guru dan ruang kepala madrasah.
Sejarah perkembangan madrasah kembali terukir di akhir tahun 2011 ini, setelah diadakan penilaian oleh Tim Asesor Akreditasi dari BSNP MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang kini telah terakreditasi dengan predikat Baik (B).
Pembangunan madrasah lebih banyak mengandalkan bantuan dan swadaya masyarakat karena madrasah dengan status swasta memang tidak memiliki sumber dana khusus. Bantuan dana pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan madrasah secara menyeluruh. Beruntung adanya dukungan masyarakat sangat membantu perkembangan madrasah secara keseluruhan.
Dari segi jumlah siswa madrasah ini sejak berdiri hingga sekarang terhitung stabil, berada dikisaran 100 keatas dan tercatat hingga hari ini belum pernah ada siswa yang drop out. Meski kondisi madrasah diapit oleh 2 Sekolah Dasar yang jaraknya masing-masing tidak mencapai 1 km, akan tetapi madrasah dapat bersaing. Sudah lebih dari 900an murid telah berhasil menamatkan pendidikan dasarnya di madrasah ini, dan telah banyak menyebar alumni MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang di berbagai sektor kehidupan dan diseluruh penjuru tanah air.
TOKOH PENDIRI
Para steak holder madrasah dari tokoh-tokoh masyarakat luar dan sekitar yaitu :
Diawali dari perjuangan tokoh tersebut hingga sekarang MI Maarif NU 1 Kedungwringin Kecamatan Jatilawang terus berkembang pesat.
